Tuesday, January 9, 2018
Monday, July 17, 2017
Masuknya agama hindu-bhuda ke Indonesia
Hubungan dagang antara kepulauan nusantara dengan india dan china pada awal abad masehi. Hubungan dagang ini memunkinkan adanya interaksi budaya antara para pedagang dari india dan china dengan penduduk indonesia. Dengan adanya interaksi tersebut maka masuknya agama hindu-bhuda ke indonesia mulai terjadi. Para pedagan India yang beragama hindu bhuda menyebarkan agama yang di anutnya sambil berdagang.
Dalam dunia akdemis banyak teori yang berkembang tentang teori masuknya agama hindu bhuda ke indonesia. Berikut beberapa teori tersebut:
- Teori Brahmana
Menurut pendukung teori ini masuknya agama hindu-bhuda ke indonesia di bawa oleh para brahmana. Brahmana sama halnya dengan para pendeta di agama kristen dan ulama bagi umat islam. Salah satu pendukung teori ini yaitu J.C Van Leur. J.C Van leur mengatakan bahwa para brahmana sengaja di undang para penguasa di Nusantara .Mereka di undang untuk acara kusus bagi orang yang mau memeluk agama Hindu. Upacara ini di sebut dengan Uratyastoma.
- Teori Kesatria
Menurut teori ini masuknya agama hindu-bhuda ke indonesia di bawa oleh para raja dan punggawa kerajaan.Pendukung teori ini salah satunya yaitu F.D.K Bosch. Menurutnya agama hindu bhuda di bawa oleh punggawa kerajaan di india dengan cara penaklukan daerah tertentu di indonesia.
Namun teori ini banya mendapat penolakan dari banyak ahli salah satu J.C Van Leur. Dia berasumsi bahwa jika agama hindu bhuda masuk ke indonesia di bawa oleh para raja.Serta adanya penaklukan daerah di nusantar tentu ada pembangunan tugu kemenangan. Pembangunan tugu kemenangan merupakan kebiasaan para raja di India setelah menaklukkan Suatu wilayah.
Teori Waisa
Waisa adalah kasta untuk para pedagang. Menurut teori ini masuknya agama hindu-bhuda ke indonesia di bawa oleh para pedagan india yang datang ke nusantara. Pendukung teori ini salah satunya yaitu N.J.Krom . dia beralasan bahwa kelompok orang india terbesar yang datang ke indonesia adalah para pedagan. Mereka menetap di indonesia untuk beberapa waktu sebelum berlayar lagi keindia.
Lamanya waktu untuk menjual hasil dagangannya di nusantara dan di tambah waktu untuk menbeli hasi bumi masyarakat indonesia. Waktunya bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Hal ini sangat memunkinkan mereka memainkan peran penting dalam penyebaran kebudayaan dan agama di indonesia.
- Teori Sudra
Menurut teori ini masuknya agama hindu-bhuda ke indonesia di bawa oleh para orang kasta sudra. Kasta sudra merupakan kasta paling rendah dalam agama hindu. Kasta waisa terdiri dari para pembantu dan budak.tujuan kedatangan kaum sudra ke indonesia untuk merubah kehidun mereka dari di india. Untuk kehidupan yang lebih baik.
- Teori Campuran
Menurut teori ini masuknya agama hindu-bhuda ke indonesia di bawa semua kasta berperan dalam penyebaran agama hindu bhuda di indonesia. Baik dari kasta bramana,kasta Ksatria,kasta Waisa dan kasta Sudra.
Terlepas dari banyaknya teori tentang masuknya agama hindu-bhuda ke indonesia. Agama hindu bhuda berkembang pesat di indonesia sampai abad 13. Banyak kerajaan hindu bhuda yang berdiri di indonesia. Mulai dari kerajaan besar seperti Majapahi,Sriwijaya dan mataram. Hingga kerajaan kecil.
Kemunduran agama hindu bhuda di indonesia mulai terlihat sejak masuknya agam islam ke indonesia pada abad ke 13. Kedikdayaan hindu bhuda terus tergerus sampai indonesia merdeka. Saat ini agama hindu –bhuda merupakan agama resmi di indonesia. Populasi pemeluk agama hindu bhuda di indonesia jauh lebih kecil jika di bandingkan dengan pemeluk agama islam dan kristen.
Fakta interaksi mayarakat indonesia dengan kebudayaan hindu-budha di indonesia
Banyak sekali peninggalan kebudayaan hindu bhuda di indonesia yang masih bisa kita temui sampai sekarang.Peninggalan kebudayaan hindu-bhuda di indonesia dalam dua bentuk,Yaitu: peninggalan berbentuk benda dan peninggalan tak benda. Berikut ini akan saya papakan tentang warisan kebudayaan hindu buda di indonesia dalam berbagai bidang.
- Bidang Bangunan
Dalam bidang banguna banyak sekali warisan kebudayaan hindu bhuda di indonesia, seperti candi, arca dan bangunan lain. Candi peninggalan hindu bhuda terdapat di pulau jawa,sumatra,kalimantan,bali dan daerah lain di indonesia. Seni bangunan candi merupakan bentuk akulturasi kebudayaan hindia dan kebudayaan lokal indonesia.
Pola dasar pembangunan candi di indonesia adalah berundak-berundak yang di adopsi dari kebudayaan kuno indonesia yaitu punden berundak. Punden berundak yang dapat pengaruh kebudayaan hindu menjadi candi. Peninggalan seni bangunan yang terkenal di antaranya candi borobudur,candi prambanan dan lain sebagainya.
Bidang seni rupa dan seni lukis
Bukti bahwa seni lukis india yang beragama hindu buda telah masuk ke indonesia adalah penemuan arca bhuda di kutai karta negara, arca bhuda berlanggam armawati yang di temukan di sulawesi selatan. Relief pada candi yang ada di indonesia merupakan bentuk pengaruh hindu bhuda dalam hal seni rupa dan seni lukis.
- Seni Satra
Seni sartra indi turut menpengaruhi seni sastra di indonesia. Penggunaan bahasa sangsekerta dan huruf pallawa sangat berperan dalam perkembangan seni satra di indonesia. Prasasti yang banyak di temukan di indonesia,seperti di kaliman dan jawa serta daerah lainnya di tulis dalam bahasa sangsekerta dan huruf pallawa.
Pengunaan bahasa sangsekerta masih di gunaka di indonesia sampai sekarang. Seperti nama lambang negara indonesia pancasila. Pancasila di adopsi dari bahasa sangsekerta. Contoh lain Tut huri handayani dan lainnya.
- Kalender
Sistem kalender atau penanggalan india juga di adopsi di indonesia yakni pengunaan tahun Saka.Kemudian juga ada Candra sangkala ,. Candra sangkala angka hur berupa kalimat atau gambaran kata. Contohnya “sirna ilang kertaning bumi” Sirna = 0, Ilang = 0, kertaning = 4 dan Bumi= 1 , Jadi sirna ilang kertaning bumi = tahun 1400 saka.
Kepercayaan Dan Filsafat
Sebelum masuknya agama hindu-bhuda ke indonesia. Rakyat indonesia sudah mengenal kepercayaan kepada kekuatan gaib. Seperti upacara penghormatan terhadap roh nenek moyang, meyakini sebuah benda menpunyai kekuatan gaib dan lainnya. Jika di kelompokkan maka kepercayaan masyarakat indonesia sebelum masuknya hindu-budha ke indonesia yaitu. Animisme (kepercayaan terhadap kekuatan gaib di luar dirinya) . Dan Dinamisme (Kepercayaan terhadap benda yang di yakini menpunyai kekuatan ).
Setelah masuknyanya agama hindu-bhuda ke indonesia , Terjadi akulturasi kepercayaan hindu-bhuda dengan kepercaan masyarakat indonesia. Hal ini terlihat dari adanya acar pemujaan terhadap roh nenek moyank, Pemberian sesaji ke gunung dan benda keramat. Bahkan kepercayaan ini masih bertahan sampai sekarang walaupun masyarakatny sudah memeluk agama islam.
- Pemerintahan
Sebelum masuknya agama hindu-bhuda ke indonesia , Sistem pemerintahan di indonesia masih bersifat kelompok kecil. Di mana setiap kelompok di pinpin oleh seorang yang paling kuat secara pisik dan mistis di kelompok tersebut. Atau yang lebih di kenal dengan istilah “Primus Interpares”. Setelah masuknya agama hindu-bhuda ke indonesia sistem pemerintahannya menyesuaikan dengan kebudayaan india. Di mana kekuasaan tertinggi di pegang seorang raja dan di wariskan secara turun temurun kepada anak cucunya. Bukan lagi berdasarkan kemanpuan fisik dan mistis. Serta secara ruang lingkup pemerintahannya suda besar tidak hannya terdiri dari satu kelompok masyarakat saja.
Sunday, November 10, 2013
Tugas TIK
Soal Ulangan Tengah Semester :
Romawi I :
1.
Apa
kepanjangan dan fungsi ISP?
2.
Apa
yang dimaksud dengan Wireles?
3.
Sebutkan
peralatan pendukung koneksi internet?
4.
Apa
kepanjangan dan pengertian WWW?
5.
Apa
yang dimaksud dengan internet?
6.
WIFI
kependekan dari?
7.
Apa
yang dimaksud dengan Bandwith?
8.
Sebutkan
macam-macam koneksi internet?
9.
Apa
yang dimaksud dengan LAN?
10. Bagaimana kita melihat jaringan
hotspot?
Romawi II :
1.
Jelaskan
secara singkat sejarah perkembangan internet?
2.
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan data digital dan data analog?
3.
Apa
yang dimaksud dengan blog?
4.
Sebutkan
langkah-langkah membuat blog?
5.
Sebutkan
langkah-langkah membuat blogroll pada blog?
Jawaban Ulangan Tengah Semester :
Romawi I :
1.
ISP
(Internet Service Provider)
Dengan fungsi sebagai berikut :
·
Sebagai
media yang memberikan jasa untuk berhubungan dengan internet.
·
Menghubungkan
pelanggan ke gateway internet terdekat.
·
Menyediakan
modem untuk dial-up.
·
Menghubungkan
seorang user ke layanan informasi World Wide Web (www).
·
Memungkinkan
seorang user menggunakan layanan surat
elektronik (e-mail).
·
Memungkinkan
seorang user melakukan percakapan suara via internet.
·
Memberi
tempat untuk homepage.
·
ISP
melakukan proteksi dari penyebaran virus dengan menerapkan sistem antivirus
untuk pelanggannya.
2.
Wireless adalah koneksi antar suatu perangkat
dengan perangkat lainnya tanpa menggunakan kabel.
3.
Hub/Switch, Repeater, Router, Bridge, Gateaway.
4.
WWW (World Wide Web) adalah suatu ruang
informasi yang dipakai oleh pengenal global yang disebut Pengidentifikasi
Sumber Seragam untuk mengenal pasti sumber daya berguna.
5.
Internet
Adalah singkatan dari ( Interconnected Computer Networks ) atau bisa
didefinisikan sebagai Jaringan Komputer yang tiada batas yang menjadi
penghubung pengguna komputer satu dengan pengguna komputer lainnya serta dapat
berhubungan dengan komputer di sebuah wilayah ke wilayah di penjuru dunia,
dimana di dalam jaringan tersebut mempunyai berbagai macam informasi serta
fasilitas layanan internet browsing atau surfing.
6.
Wireless Fidelity
7.
Bandwidth adalah nilai hitung atau perhitungan
konsumsi transfer data telekomunikasi yang dihitung dalam satuan bit per detik
atau yang biasa disingkat bps yang terjadi antara komputer server dan komputer
client dalam waktu tertentu dalam sebuah jaringan komputer.
8.
– Koneksi Dial Up
-
ADSL (Kecepatan Akses Internet-ADSL)
-
Koneksi
dengan Jaringan Leased Line
-
Satelit
VSAT
-
Handphone
-
WIFI/Hotspot
-
Cable
Modem
9.
Local Area Network biasa disingkat LAN adalah
jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil seperti
jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih
kecil.
10. cara kita melihat jaringan Hotspot : Klik
pada gambar dua (2) layar yang saling berhimpit yang berada di pojok kanan
layar desktop komputer kita. Ini akan menyebabkan sistem operasi Linux men-scan
jaringan Wireless dan menampilkan nama-nama SSID HotSpot yang ada di sekitar
kita.
Romawi II :
1.
Internet adalah suatu jaringan komputer yang
dibentuk oleh Departemen Pertahan Amerika Serikat yang bermarkas di Pentagon
pada awal 60-an. Mereka membuat proyek yang bernama ARPA (Advanced Research
Project Agency) yang diberi nama ARPANET untuk mendemonstrasikan bagaimana
hardware dan software saling berkomunikasi jarak jauh melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET dibentuk secara khusus oleh Stanford Research
University, University of California di St. Barbara, University of California
di Los Angeles, dan University of Utah. Mereka membentuk suatu jaringan terpadu
pada tahun 1969 dan secara umum ARPANET dikenalkan pada bulan Oktober 1972.
Pada 1990, Pemerintah Amerika Serikat memberi izin kepada pihak"
swasta dan bisnis untuk menggunakannya.
Internet "ditemukan" secara bertahap, melalui inovasi demi
inovasi, yang sebenarnya berawal dari teknologi yang dikembangkan untuk
kepentingan militer AS pasca-PD II. Tetapi teknologi itu terus berkembang
dengan pesat sehingga akhirnya memasuki dunia akademik dan dunia publik setelah
beberapa puluh tahun. Internet baru dikenal oleh publik dalam bentuknya yang
sekarang pada akhir dasawarsa 1990-an. Pertumbuhan Internet secara pesat juga
baru terjadi menjelang tahun 2000.
2. - Data digital merupakan data yang memiliki
deretan nilai-nilai yang berlainan dan memiliki ciri-ciri tersendiri, salah
satu contoh data digital adalah text, bilangan bulat dan karakter-karakter
lain.
- Sinyal/Data
analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang
membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang.
3.
Blog adalah singkatan dari kata Weblog , yaitu suatu bentuk aplikasi web
yang menyerupai tulisan-tulisan (biasanya dimuat sebagai bentuk posting) pada
sebuah halaman web umum.
4. - Pertama membuat email di Gmail.com
-
Setalah membuat email kemudian ke Blogger.com
-
Kemudian klik sign up di pojok kanan atas
-
Setelah itu klik membuat blog
-
Kemudian setelah diisi sesuai keinginan kemudian
klik “OK”
5. a. Buka
dashboard.
b. Klik : appearance /tampilan.
c. Klik : widget.
d. Tarik widget Text ke posisi widget, lalu klik sampai kolom widget
terbuka.
e. Buat judul di kolom yang tersedia, misalnya : Link Sahabat.
f. Copy kode dibawah ini, lalu paste di widget
yang telah terbuka tersebut ~ dibawah judul.
g. Rubah angka berwarna merah, sesuaikan dengan
lebar dan tinggi widget yang anda inginkan sesuai lebar sidebar.
h. Rubah url dan nama blog yang berwarna merah
sesuai dengan url dan nama blog yang akan dipajang di blogroll.
j. Klik : Save—> Cek tampilan hasil dari
pekejaan anda. Jika ada yang salah silahkan diperbaiki.
Friday, September 20, 2013
Proses Muncul dan Berkembangnya Kehidupan Awal Manusia dan Masyarakat di Kepulauan Indonesia
Proses Muncul dan Berkembangnya Kehidupan Awal Manusia dan Masyarakat di Kepulauan Indonesia - Ahli geologi membagi proses pembentukan bumi menjadi empat, yaitu Zaman Arkhaikum, Zaman Paleozoikum, Zaman Mesozoikum, dan Zaman Neozoikum.
Zaman ketika belum ada kehidupan di bumi berlangsung sekitar 2.500 juta hingga 1.200 tahun yang lalu. Hal ini disebabkan bumi masih panas dan merupakan bola gas panas yang berputar pada porosnya.
Zaman Paleozoikum adalah zaman ketika terdapat kehidupan makhluk pertama di bumi. Zaman ini disebut zaman primer (karena untuk pertama kalinya ada kehidupan).
Zaman hidup pertama di bumi terbagi menjadi beberapa tahap kehidupan, antara lain, sebagai berikut.
a. Cambrium, ada kehidupan amat primitif seperti kerang dan ubur-ubur.
b. Silur, mulai ada kehidupan hewan bertulang belakang, misalnya, ikan.
c. Devon, mulai ada kehidupan binatang jenis amfibi tertua.
d. Carbon, mulai ada binatang merayap jenis reptil.
e. Perm, mulai ada hewan darat, ikan air tawar, dan amfibi.
Zaman Mesozoikum disebut zaman sekunder (zaman hidup kedua) dan disebut juga zaman reptil sebab muncul reptil yang besar seperti Dinosaurus dan Atlantosaurus. Zaman ini terbagi menjadi tiga.
a. Trias, terdapat kehidupan ikan, amfibi, dan reptil.
b. Jura, terdapat reptil dan sebangsa katak.
c. Calcium, terdapat burung pertama dan tumbuhan berbunga
Ikan yang hidup di darat kemudian berubah (mengalami evolusi), siripnya tumbuh menjadi kaki yang kuat, ekornya tumbuh semakin panjang, kepalanya semakin besar dan keras, hewan ini merupakan jenis amfibi.
Beberapa jenis hewan amfibi tumbuh menjadi semakin besar bahkan melebihi seekor buaya, bentuknya berubah, sisiknya menjadi besar. Telurnya berkulit keras seperti telur ayam (inilah yang kita kenal dengan nama Dinosaurus, Brontosaurus, dan Atlantosaurus).
Umumnya Dinosaurus pemakan tumbuhan, kecuali Tyranosaurus. Rahangnya amat besar, giginya banyak dan panjang. Brontosaurus besarnya sepuluh kali gajah, hidupnya di air karena air membantu meringankan berat badannya.
Ada juga reptil yang bisa terbang, mempunyai sayap yang lebar dan mampu terbang berjam-jam di udara mencari makanan. Paruhnya panjang digunakan untuk menyambar ikan yang tampak di permukaan air, salah satu jenisnya adalah Pteranodon.
Zaman Neozoikum adalah zaman bumi baru (bumi sudah terbentuk seluruhnya).
Zaman ini terbagi menjadi zaman tersier dan zaman kuarter.
a. Zaman tertier, yaitu zaman hidup ketiga,
Makhluk hidupnya berupa binatang menyusui sejenis monyet dan kera, reptil raksasa mulai lenyap, dan pada akhir zaman ini sudah ada jenis kera-manusia. Zaman ini ditandai dengan munculnya tenaga endogen yang dahsyat sehingga mematahkan kulit bumi. Kejadian tersebut membentuk rangkaian pegunungan besar di seluruh dunia. Karena adanya pegunungan tersebut, timbul letusan-letusan gunung berapi yang membentuk relief permukaan bumi. Zaman tertier terbagi atas Eosen, Miosen, Oligosen, dan Pliosen.
Pada zaman tertier inilah, binatang menyusui berkembang sepenuhnya. Muncul juga orang utan di masa Miosen, daerah asalnya dari Afrika sekarang. Pada saat itu, Benua Afrika masih menyatu dengan Jazirah Arab.
b. Zaman kuarter, yaitu zaman hidup keempat.
Pada zaman ini, mulai muncul kehidupan manusia. Zaman ini dibedakan menjadi zaman Pleistosen (Diluvium) dan kala Holosen (Aluvium). Pada zaman Diluvium ini, terjadi penurunan suhu dengan drastis bahkan sampai di bawah 0oC sehingga muncul zaman Es (zaman Glasial). Pada zaman Glasial, permukaan laut menurun sehingga perairan dangkal berubah menjadi daratan. Pulau Bali, Jawa, Kalimantan, dan Sumatra menyatu dengan daratan Asia.
Ketika es Kutub Utara mencair (interglasial), permukaan air laut naik dan menenggelamkan sebagian Eropa Utara, Asia Utara, dan Amerika Utara. Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sumatra terpisah dari daratan Asia, membentuk laut dangkal yang disebut Paparan Sunda, sedangkan Pulau Papua dan sekitarnya terpisah dengan daratan Australia yang melahirkan Paparan Sahul. Antara Paparan Sahul dan Paparan Sunda dipisahkan oleh perairan dalam yang dinamakan daerah Wallacea dan menjadi garis Wallacea yang membedakan jenis flora dan fauna.
Sampai sekarang telah terjadi empat kali zaman es, yaitu Gunz, Midel, Riss, dan Wurm. Kepulauan Indonesia dalam bentuknya sekarang terjadi pada zaman Glasial Wurm. Zaman Holosen atau zaman Aluvium adalah zaman lahirnya jenis Homo sapiens, yaitu jenis manusia seperti manusia sekarang.
Sejarah sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu, dan Seni
Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau menjadi sangat penting dalam pembahasan ilmu sejarah. Melalui peristiwa, ilmu sejarah mendapat gambaran tentang kehidupan manusia di masa lampau.
Sejarah sebagai peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau mengakibatkan kita tidak mungkin lagi mengamati peristiwa tersebut, yang dapat kita amati adalah sejarah sebagai kisah, yaitu penelaahan sejarah sebagai kisah suatu peristiwa. Sejarah sebagai peristiwa, maksudnya peristiwa sejarah ditempatkan sebagai fakta, kejadian, dan kenyataan yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
Sejarah sebagai peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau mengakibatkan kita tidak mungkin lagi mengamati peristiwa tersebut, yang dapat kita amati adalah sejarah sebagai kisah, yaitu penelaahan sejarah sebagai kisah suatu peristiwa. Sejarah sebagai peristiwa, maksudnya peristiwa sejarah ditempatkan sebagai fakta, kejadian, dan kenyataan yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
Kejadian masa lampau tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengetahui dan merekonstruksi kehidupan pada masa tersebut. Dari peristiwa-peristiwa itu, dapat diketahui sebab akibat terjadinya suatu peristiwa. Tanpa memandang besar kecilnya suatu peristiwa atau kejadian-kejadian dalam ruang lingkup kehidupan manusia, ilmu sejarah berusaha menyusun rangkaian peristiwa yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan manusia sejak dahulu sampai sekarang, bahkan prediksi kejadian yang akan datang.
Semua hasil karya cipta manusia merupakan suatu bukti dari kisah manusia yang hidup dan dinamis. Membicarakan sejarah sebagai kisah tidak lepas dari peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lampau. Sejarah sebagai kisah adalah hasil karya, cipta, dan penelitian berbagai ahli yang kemudian menulisnya.
Penulisan yang dapat dipertanggungjawabkan harus melalui penafsiran yang mendekati kebenaran peristiwa yang terjadi. Sementara itu, untuk merekonstruksi kisah sejarah harus mengikuti metode analisis serta pendekatan tertentu. Dengan kata lain, sejarah sebagai kisah adalah kejadian masa lalu yang diungkapkan kembali berdasarkan penafsiran dan interpretasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Menyusun kisah sejarah dari suatu masyarakat, bangsa, dan negara tidaklah mudah karena jejak-jejak sejarah yang ditinggalkannya tidak sedikit.
Oleh karena itu, dalam penyusunannya memerlukan penelaahan yang sangat jeli dan bijaksana serta verifikatif sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Dalam penyusunan sejarah sebagai kisah, para sejarawan menggunakan dasar jejak-jejak yang ditinggalkan oleh sejarah sebagai peristiwa. Jejak-jejak sejarah yang berisi kehidupan rangkaian peristiwa atau kejadian dalam lingkup kehidupan manusia menjadi sumber penting dalam penulisan kisah sejarah.
Sejarah dikatakan sebagai ilmu karena merupakan pengetahuan masa lampau yang disusun secara sistematis dengan metode kajian secara ilmiah untuk mendapatkan kebenaran mengenai peristiwa masa lampau. Menurut C.E. Berry, sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan, tidak kurang dan tidak lebih. Adapun menurut York Powell, sejarah bukanlah hanya sekadar suatu cerita indah, instruktif, dan mengasyikkan, tetapi merupakan cabang ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan harus dibuktikan secara keilmuan dengan menggunakan metode-metode dan berbagai standar ilmiah yang dapat dipertanggung-jawabkan. Kebenaran itu dapat dibuktikan dari dokumen yang telah diuji sehingga dapat dipercaya sebagai suatu fakta sejarah. Sejarah dianggap sebagai ilmu sebab sejarah memiliki syarat-syarat ilmu, antara lain ada masalah yang menjadi objek, ada metode, tersusun secara sistematis, menggunakan pemikiran yang rasional, dan kebenaran bersifat objektif.
Jika melihat hal tersebut, sejarah sebagai ilmu dapat memenuhinya, dikarenakan:
a. objek kajian sejarah ialah kejadiankejadian di masa lalu yang merupakan sebab akibat;
b. adanya metode sejarah yang menghubungkan bukti-bukti sejarah;
c. kisah sejarah tersusun secara sistematis dan kronologis;
d. kebenaran fakta diperoleh dari penelitian sumber yang disusun secara rasional dan kritik (penilaian) yang sistematis;
e. fakta bersifat subjektif karena tiap orang melihat masa lampau dengan cara yang berbeda. Kebenaran hanya "milik" peristiwa ini sendiri. Namun kebenaran fauna adalah juga objektif, maksudnya kebenaran harus diakui oleh intersubjektivitas atau diakui oleh banyak sejarawan dan masyarakat luas.
Tokoh penganjur sejarah sebagai seni adalah George Macauly Travelyan. Ia menyatakan bahwa menulis sebuah kisah peristiwa sejarah tidaklah mudah, karena memerlukan imajinasi dan seni. Menulis sejarah merupakan seni, filsafat, polemik, dan dapat sebagai propaganda. Sejarawan abad 19 bernama Comte, Spencer, dan Mill menyebutkan bahwa metode dan sikap ilmiah pengetahuan alam dapat dipergunakan untuk mempelajari sejarah, tanpa memerlukan modifikasi lebih lanjut. Namun menurut Dithley, seorang filsuf modern, menyatakan bahwa hal tersebut adalah tidak benar, sebab sifat alami dari pengetahuan alam adalah sesuatu yang selalu nyata dan terlihat, sehingga sejarah yang bersifat abstrak tidak mudah menganalisisnya.
Oleh karena itu, sejarah adalah pengetahuan tentang rasa. Dithley menambahkan bahwa pemahaman dengan cara imajinatif mampu menjadikan fakta sejarah lebih hidup dan lebih berarti. Itulah sebabnya, menurut George Macauly Travelyan dalam penulisan kisah sejarah harus menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, menarik, dan isinya mudah dimengerti. Dengan demikian, diperlukan seni dalam penulisan sejarah sehingga tercipta suatu peristiwa sejarah yang dapat dipelajari secara urut, lengkap, menarik, dan tidak membosankan.
Oleh karena itu, seorang sejarawan harus bersedia menjadi ahli seni untuk menghidupkan kembali kisah kehidupan di masa lalu, masa sekarang, dan yang akan datang. Dengan demikian selain elemen ilmiah sejarah juga mengandung elemen seni.
Proses Migrasi Ras Proto Melayu dan Deutro Melayu ke Indonesia
Proses Migrasi Ras Proto Melayu dan Deutro Melayu ke Indonesia - Sejarawan Belanda Van Heine mengatakan bahwa sejak 2000 SM yang bersamaan dengan zaman Neolitikum sampai dengan tahun 500 SM yang bersamaan dengan zaman perunggu mengalirlah gelombang perpindahan penduduk dari Asia ke pulau-pulau sebelah selatan daratan Asia ke Indonesia.
Sekitar tahun 1500 SM, mereka terdesak dari Campa kemudian pindah ke Kampuchea dan melanjutkan perjalanan ke Semenanjung Malaka.
Sekitar tahun 1500 SM, mereka terdesak dari Campa kemudian pindah ke Kampuchea dan melanjutkan perjalanan ke Semenanjung Malaka.
Sementara itu, bangsa yang lainnya masuk ke pulau-pulau di sebelah selatan Asia tersebut, yakni Austronesia (austro artinya selatan, nesos artinya pulau). Bangsa yang mendiami daerah Austronesia disebut bangsa Austronesia. Bangsa Austronesia mendiami daerah sangat luas, meliputi pulau-pulau yang membentang dari Madagaskar (sebelah barat) sampai Pulau Paskah (sebelah timur) dan Taiwan (sebelah utara) sampai Selandia Baru (sebelah selatan).
Pendapat Van Heine Geldern ini diperkuat dengan penemuan peralatan manusia purba berupa beliung batu yang berbentuk persegi di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi di bagian barat. Beliung seperti itu juga banyak ditemukan di Asia, yakni di Malaysia, Birma (Myanmar), Vietnam, Kampuchea, dan terutama di daerah Yunan (daerah Cina Selatan). Perpindahan penduduk pada gelombang kedua terjadi sekitar 500 SM bersamaan dengan zaman perunggu.
Perpindahan ini membawa kebudayaan perunggu, seperti kapak sepatu dan nekara atau genderang yang berasal dari daerah Dongson sehingga disebut kebudayaan Dongson. Pendukung kebudayaan Dongson adalah orang-orang Austronesia yang tinggal di pulau-pulau di Benua Asia dan Australia. Nenek moyang bangsa Indonesia meninggalkan daerah Yunan di sekitar hulu Sungai Salween dan Sungai Mekong yang tanahnya subur sehingga mereka pandai bercocok tanam, berlayar, dan berdagang.
Dalam perkembangan selanjutnya, berbagai suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia kemudian membentuk komunitas sendiri-sendiri sehingga mereka mendapat sebutan tersendiri. Mereka datang di Nusantara menggunakan alat transportasi, yaitu perahu bercadik.
Mereka berlayar secara berkelompok tanpa mengenal rasa takut dan selanjutnya menempati berbagai kepulauan di Nusantara. Hal ini memperjelas bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah pelaut-pelaut ulung yang memiliki jiwa kelautan yang kuat. Mereka memiliki kepandaian dalam berlayar, navigasi, serta ilmu perbintangan yang penuh. Selain itu, mereka menemukan model perahu bercadik yang merupakan perahu kuat dan mampu menghadapi gelombang serta sebagai ciri khas kapal bangsa Indonesia.
Orang-orang Austronesia yang memasuki wilayah Nusantara dan kemudian menetap di Nusantara tersebut mendapat sebutan bangsa Melayu Austronesia atau bangsa Melayu Indonesia. Mereka yang masuk ke daerah Aceh menjadi suku Aceh, yang masuk ke daerah Kalimantan disebut suku Dayak, yang ke Jawa Barat disebut suku Sunda, yang masuk ke Sulawesi disebut suku Bugis dan Tanah Toraja, dan mereka yang masuk ke daerah Jambi disebut suku Kubu (Lubu).
Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia ( Lanjutan )
Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia- Hasil temuan Pithecanthropus erectus ini oleh para ahli purbakala dianggap sebagai temuan yang amat penting, yaitu sebagai revolusi temuan-temuan fosil manusia purba yang sejenis.
Jenis fosil Pithecanthropus erectus ini diyakini sebagai missing link, yakni makhluk yang kedudukannya antara kera dan manusia. Penemuan ini menggemparkan dunia ilmu pengetahuan sebab seakan-akan dapat membuktikan teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin dalam teori evolusinya.
Darwin dalam bukunya yang berjudul The Descent of Man (Asal Usul Manusia) menerapkan teori berupa perkembangan binatang menuju manusia dan binatang yang paling mendekati adalah kera. Hal ini diperkuat penemuan manusia Neanderthal di Jerman yang menyerupai kera maupun manusia.
Jenis fosil Pithecanthropus erectus ini diyakini sebagai missing link, yakni makhluk yang kedudukannya antara kera dan manusia. Penemuan ini menggemparkan dunia ilmu pengetahuan sebab seakan-akan dapat membuktikan teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin dalam teori evolusinya.
Darwin dalam bukunya yang berjudul The Descent of Man (Asal Usul Manusia) menerapkan teori berupa perkembangan binatang menuju manusia dan binatang yang paling mendekati adalah kera. Hal ini diperkuat penemuan manusia Neanderthal di Jerman yang menyerupai kera maupun manusia.
b. Pithecanthropus robustus, artinya manusia kera berahang besar. Fosilnya ditemukan di Sangiran tahun 1939 oleh Weidenreich. Von Koenigswald menyebutnya dengan nama Pithecanthropus mojokertensis, penemuannya pada lapisan Pleistosen Bawah yang ditemukan di Mojokerto antara tahun 1936 – 1941. Pithecanthropus mojokertensis artinya manusia kera dari Mojokerto. Fosilnya berupa tengkorak anak berumur 5 tahun.
Jenis ini memiliki ciri hidung lebar, tulang pipi kuat, tubuhnya tinggi, dan hidupnya masih dari mengumpulkan makanan (food gathering). Berdasarkan banyaknya temuan di lembah Sungai Bengawan Solo maka Dr. Von Koenigswald membagi lapisan Diluvium lembah Sungai Bengawan Solo menjadi tiga.
1) Lapisan Jetis (Pleistosen Bawah) ditemukan jenis Pithecanthropus robustus.
2) Lapisan Trinil (Pleistosen Tengah) ditemukan jenis Pithecanthropus erectus.
3) Lapisan Ngandong (Pleistosen Atas) ditemukan jenis Homo soloensis.
c. Pithecanthropus dubuis (dubuis artinya meragukan), fosil ini ditemukan di Sangiran pada tahun 1939 oleh Von Koenigswald yang berasal dari lapisan Pleistosen Bawah.
d. Pithecanthropus soloensis adalah manusia kera dari Solo yang ditemukan oleh Von Koenigswald, Oppennoorth, dan Ter Haar pada tahun 1931 – 1933 di Ngandong, tepi Sungai Bengawan Solo. Hasil temuannya ini memiliki peranan penting karena menghasilkan satu seri tengkorak dan tulang kening.
3. Homo
Homo artinya manusia, merupakan jenis manusia purba yang paling maju dibandingkan yang lain.
Ciri jenis manusia ini adalah
a. berat badan kira-kira 30 sampai 150 kg,
b. volume otaknya lebih dari 1.350 cc,
c. alatnya dari batu dan tulang,
d. berjalan tegak,
e. muka dan hidung lebar, dan
f. mulut masih menonjol.
Adapun temuan jenis Homo sebagai berikut.
a. Homo wajakensis (manusia dari Wajak)
Jenis ini ditemukan di Wajak, Tulungagung pada tahun 1889 ketika Von Rietschoten menemukan beberapa bagian tengkorak. Temuan ini kemudian diselidiki oleh Dr. Eugene Dubois yang kemudian disebut Homo wajakensis. Lapisan asalnya adalah Pleistosen Atas, termasuk ras Australoid dan bernenek moyang Homo soloensis serta menurunkan penduduk asli Australia. Oleh Von Koenigswald, Homo wajakensis dimasukkan dalam Homo sapiens (manusia cerdas) sebab sudah mengenal upacara penguburan.
b. Homo soloensis (manusia dari Solo)
Pada waktu ahli geologi Belanda, C. Ter Haar, menemukan lapisan tanah di Ngandong (Ngawi Jawa Timur) bersama Ir. Oppenoorth tahun 1931 – 1932. Mereka menemukan sebelas tengkorak fosil Homo soloensis di lapisan Pleistosen Atas yang kemudian diselidiki oleh Von Koenigswald dan Weidenreich. Berdasarkan keadaannya, jenis ini bukan lagi kera, tetapi sudah manusia.
c. Homo sapiens
Homo sapiens artinya manusia cerdas. Homo sapiens berasal dari zaman Holosen, bentuk tubuhnya sudah menyerupai manusia sekarang. Mereka sudah menggunakan akal dan memiliki sifat seperti yang dimiliki manusia sekarang. Kehidupan Homo sapiens sederhana dan mereka masih mengembara.
Adapun ciri-cirinya adalah
1) volume otaknya antara 1.000 cc – 1.200 cc;
2) tinggi badan antara 130 – 210 m;
3) otot tengkuk mengalami penyusutan;
4) alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan;
5) muka tidak menonjol ke depan;
6) berdiri dan berjalan tegak,
7) berdagu dan tulang rahangnya biasa, tidak sangat kuat.
Jenis Homo sapiens di dunia terdiri dari subspesies yang sampai sekarang dianggap menurunkan berbagai manusia, yaitu sebagai berikut.
1) Ras Mongoloid, berciri kulit kuning, mata sipit, rambut lurus. Ras Mongoloid ini menyebar ke Asia Timur, yakni Jepang, Cina, Korea, dan Asia Tenggara.
2) Ras Kaukasoid, merupakan ras yang berkulit putih, tinggi, rambut lurus, dan hidung mancung. Ras ini penyebarannya ke Eropa, ada yang ke India Utara (ras Arya), ada yang ke Yahudi (ras Semit), dan ada yang menyebar ke Arab, Turki, dan daerah Asia Barat lainnya.
3) Ras Negroid, memiliki ciri kulit hitam, rambut keriting, bibir tebal. Penyebaran ras ini ke Australia (ras Aborigin), ke Papua (ras Papua sebagai penduduk asli), dan ke Afrika.
Subscribe to:
Posts (Atom)

